Powered By Blogger

Jumat, 18 Mei 2012

makalah diagnosa eliminasi fekal


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Elimnasi produk sisa pencernaan yang teratur merupakan aspek yang penting untuk fungsi normal tubuh.perubahan eliminasi dapat menyebabkan masalah pada system gastrointestinal dan system tubuh lain nya,karena fungsi usus bergantung pada keseimbangan beberapa factor,dan kebiasaan eliminasi bervariasi diantara individu.namun telah terbukti bahwa pengeluarn feses yang sering, dalam jumlah besar,dan karakteristik nya normal.biasanya berbanding lurus dengan rendah nya incident kanker kolorektal.

B.     Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui gambaran umum mengenai asuhan keperawatan eliminasi fecal.
2. Tujuan Khusus
a. Mempelajari diagnosa keperawatan eliminasi fecal .
b. Mempelajari perncanaan keperawatan eliminasi fecal
c. Mempelajari intervensi keperewatan eliminasi fecal.
d. Mempelajari evaluasi keperawatan eliminasi fecal.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Eliminasi Fecal
Eliminasi fecal adalah pembuangan sisa metabolism makanan dari dalam tubuh yang tidak di butuhkan lagi dalam bentuk feses.organ organ yang berperan dalam pembuangan eliminasi fecal adalah saluran gastrointestinal di mulai dari mulut sampai anus.

B. Organ organ yang berperan dalm eliminasi fecal .
Adalah sebagai berikut
Oral/Mulut ,Esofagus/Tenggorokan, Gaster/Lambung Usus halus, usus besar/kolon: 125-150cm (50 – 60 inc)
  • Usus Halus (Duadenum, Jejenun, Illeum)
  • Sekum – ileosekal (menghubungkan usus halus dan usus besar untuk mencegah regurgitasi.
  • Kolon (Asending, Transversum, Desending, Sigmoid).
  • Rektum: 10=15 cm (4-6 inchi), normalnya kosong sampai menjelang defekasi.
  • Anal/ onifisium eksternal (2, 5-5 cm/ 1-2 inci) mempunyai spingter: Internal (involunter) dan  Eksternal (volunteer)

1.Usus besar.
 Usus besar tidak ikut serta dalam pencernaan/ absorpsi makanan bila isi usus halus mencapai sektum, maka semua zat makanan telah diabsorpsi dan isinya cair (disebut chime). Selama perjalanan di dalam kolon (16-20 jam) isinya menjadi makin padat karena air diabsorpsi dan sampai di rectum faeces bersifat padat – lunak.
Fungsi utama usus besar/kolon adalah:
- Absorpsi/penyerapan air, Na Cl dan glukosa yang dikeluarkan dari katup ileosekal berbentuk chime. Ada 1500 chyme melalui usus besar setiap hari.
- Protektif, oleh sekresi musin (ion karbonat) yang pengeluarannya dirangsang oleh nervus parasimpatis, seperti pada saat emosi sekresi mucus akan meningkat.
-Fungsi: Melindungi didnding usus dari aktifitas bakteri.
-Melindungi dari tarauma asam yang dihasilkan faeses.
- Eliminasi fekal (defekasi dan flatus). Falatus adalah udara besar yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat. Defekasi adalah pengeluaran faeses dari anus dan rectum. Frekuensi defekasi tergantung individu, bervariasi dan beberapa kali per hari sampai dengan 2-3 kali per minggu. Defekasi biasanya terjadi karena adanya reflek gastro-colika. Yaitu reflek peristaltic di dalam usus besar yang dihasilkan ketika makanan masuk lambung yang menyebabkan defekasi. Biasanyanya bekerja sesudah makan pagi.

2.Sususnan Faeces:
- Bakteri yang umumnya sudah mati.
- Lepasan epithelium dari usus.
- Sejumlah kecil zat nitrogen terutama musin.
- Garam, terutama kalsium fosfat.
- Sedikit zat besi, selulose.
- Sisa zat makanan yang tidak dicerna dan air (100 ml).

C. Faktor yang mempengaruhi eliminasi fekal:
1. Usia dan perkembangan : mempengaruhi karakter faeces, control bayi s/d 2-3 tahun: lambung kecil, enzim kurang, peristaltic usus cepat, neuromuskuler belum berkembang.
Remaja : usus besar berkembang.
Tua : gigi berkurang, enzim di saliva & lambung berkurang peristaltic dan tonus abdomen berkurang.


2. Diet
Makanan berserat dan berselulosa penting untuk mendukung volume fekal. Diet yang tidak teratur akan menggangu pola defekasi. Contoh makanan yang mengandung gas: bawang, kembang kol, dan kacang-kacangan. Susu: sulit dicerna bagi sebagian orang/ laktusa intolerance.
3. Pemasukan cairan. Normalnya: 2000-3000 ml/hari. Jika intake cairan tidak adekuat atau pengeluaran yang berlebihan (urin/muntah) tubuh akan kekurangan cairan sehingga tubuh akan menyerap cairan dari chime sehingga faeces yang dikeluarkan menjadi keras.
4. Aktifitas fisik: merangsang peristaltic meningkat.
5. Faktor psikologik.
Cemas, marah akan meningkatkan peristaltic/ diare. Depresi akan memperlambat peristaltic usus/ konstipasi.
6. Kebiasaan: sulit BAB di tempat orang lain atau tempat yang baru karena hilangnya privacy.
7. Posisi: jongkok/paha fleksi akan meningkatkan tekanan abdomen dan posisi duduk akan meningkatkan tekanan rectum, sehingga akan mempermudah defekasi.
8. Nyeri: hemoroid menyebabkan defekasi tidak nyaman dan akhirnya menjadi konstipasi.
9. Kehamilan: menekan rectum
10. Operasi dan anastesi: blok parasimpatis 24-48 jam akan menghentikan pergerakan usus (ileus paralitik)
11. Obat-obatan: narkotik, morfin, kodein menyebabkan konstipasi. Laksatif untuk menstimulasi eliminasi bowel.
12. Tes diagnostic: barium enema dapat menyebabkan kostipasi.
13. Kondisi patologi: injuri spinal cord/kepala dan gangguan mobilisasi, dapat menurunkan stimulasi sensori untuk defekasi. Buruknya fungsi spinal anal menyebabkan inkontinensia.
14. Irritans: makanan berbumbu/ pedas, toxin bakteri/racun dapat mengritasi usus dan menghasilkan diare/ banyak flatus.

D. Diagnosa Keperawatan pada Eliminasi Fecal.
Contoh diagnose Keperawata NANDA untuk masalah defekasi

Konstipasi yang berhubungan dengan
Ø  Imobilitas
Ø  Kurang privasi
Ø  Asupan cairan kurang adekuat

Konstipasi kolon yang berhubungan dengan
Ø  Asupan serat kurang adekuat
Ø  Asupan cairan kurang adekuat
Ø  Penggunaan obat dan enema yang berlangsung lama

Konstipasi di rasakan yang berhubungan dengan
Ø  Keyakinan/budaya keluarga tentang kesehatan
Ø  Ganguan proses piker.

Diare yang berhubungan dengan
Ø  Stress dan dan ansietas
Ø  Asupan diet.

Inkontinen defekasi berhubungan dengan
Ø  Keterlibatan neuromuscular
Ø  Depresi,ansietas berat.

DefiSit perawatan diri yang berhubungan dengan
Ø  Penurunan kekuatan dan daya tahan tubuh.
Ø  Intoleransi aktifitas


Resiko kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan
Ø  Inkonnentinenesia feses

Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan
Ø  Adanya ostomi
Ø  Inkonentesia feses.

1.DIAGNOSA KEPERAWATAN:
KONSTIPASI yang berhubungan dengan asupan diet berserat yang tidak adekuat dan terbatas nya asuapan cairan.

DEFINISI:
Konstipasi adalah suatu keadaan yang individu mengalami perubahan dalam kebiasaan normal defekasi yang karakteristik nya penurunan frekwensi defekasi atau keluarnya feses keras dan kering,(Kim,McFarland,Mclane).

TUJUAN:klien memahami dan menelan makanan dan cairan yang di butuhkan untuk meningkatkan pengeluaran feses yang lunak dan berbentuk.

HASIL YANG DI HARAP KAN:klien mendiskripsikan sumber makanan yang tinggi serat,klien menjelaskan asupan cairan normal untuk meningkatkan defekasi,klien menyapakan menu untuk 24 jam,termasuk makanan yang tinggi serat dan cairan.

INTERVENSI:
>intruksi klien untuk lebih banyak mengosumsi makanan yang menstimulasi peristaltic(gandum,roti,selada)
>Dan beriakan cairan 6 sampai 8 gelas (lebih baik jus jeruk)setiap hari.
>Dan dorong klien mengatakan komitmen nya untuk berupaya melakukan defekasi dalam 5 menit setelah merasakan keinginana untuk defekasi.

RASIONAL:
>makanan yang mengandung tinggi serat  meningkatkan peristaltic dan membatu mengerakan usus didalam saluran gastro intestinal.
>Asupan cairan adekuat membantu mempertahan kan materi feses tetap lunak.
>Reflek gastro kolik paling sensitive pada pagi hari dan setelah makan.
>Kontrak tentang prilaku antara klien dengan perawat memperlihatkan keberhasilan modifikasi prilaku,



2.DIAGNOSA KEPERAWATAN
 KOSTIPASI berhubungan dengan pola defekasi tidak teratur
Tujuan: pasien dapat defekasi dengan teratur (setiap hari)

HASIL YANG DI HARAPKAN
> Defekasi dapat dilakukan satu kali sehari
>  Konsistensi feses lembut
>  Eliminasi feses tanpa perlu mengejan berlebihan
INTERVENSI
  • Tentukan pola defekasi bagi klien dan latih klien untuk menjalankannya
  • Atiur waktu yang tepat untuk defekasi klien seperti sesudah makan
  • Berikan cakupan nutrisi berserat sesuai dengan indikasi
  • Berikan cairan jika tidak kontraindikasi 2-3 liter per hari
RASIONAL
>  Untuk mengembalikan keteraturan pola defekasi klien
>  Untuk memfasilitasi refleks defekasi
>  Nutrisi serat tinggi untuk melancarkan eliminasi fekal
>  Untuk melunakkan eliminasi feses dan mengeluarkannya



3.DIAGNOSA KEPERAWATAN.
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hilangnya nafsu makan
TUJUAN: menunjukkan status gizi baik

HASIL YANG DI HARAPKAN
> Toleransi terhadap diet yang dibutuhkan
>  Mempertahankan massa tubuh dan berat badan dalam batas normal
>  Nilai laboratorium dalam batas normal
>  Melaporkan keadekuatan tingkat energi
 INTERVENSI
  • Buat perencanaan makan dengan pasien untuk dimasukkan ke dalam jadwal makan.
  • Dukung anggota keluarga untuk membawa makanan kesukaan pasien dari rumah.
  • Tawarkan makanan porsi besar disiang hari ketika nafsu makan tinggi
  • Pastikan diet memenuhi kebutuhan tubuh sesuai indikasi.
  • Pastikan pola diet yang pasien yang disukai atau tidak disukai.
  • Pantau masukan dan pengeluaran dan berat badan secara periodik.
  • Kaji turgor kulit pasien

RASIONAL
  • Menjaga pola makan pasien sehingga pasien makan secara teratur
  • Pasien merasa nyaman dengan makanan yang dibawa dari rumah dan dapat meningkatkan nafsu makan pasien.
  • Dengan pemberian porsi yang besar dapat menjaga keadekuatan nutrisi yang masuk.
  • Tinggi karbohidrat, protein, dan kalori diperlukan atau dibutuhkan selama perawatan.
  • Untuk mendukung peningkatan nafsu makan pasien
  • Mengetahui keseimbangan intake dan pengeluaran asuapan makanan
  • Sebagai data penunjang adanya perubahan nutrisi yang kurang dari kebutuhan












BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kontipasi merupakan gejala,bukan penyakit.kontipasi adalah penurunan frekwensi defekasi,yang di ikuti pengeluaran feses yang lama atau keras atau kering.ada nya upaya mengedan saat defekasi adalah suatu tanda yang terkait dengan kontipasi.apabila motilitasusus halus melambat,masa feses lebih lama terpapar pada dinding usus dan sebagian besar kandungan air dalam feses di absorsi.sejumlah kecik air di tinggalkan untuk melunakkan dan melumasi feses.pengeluaran feses yang kering dank eras dapat menimbulkanb nyeri pada rektum
B.     Saran
Berdasarkan beberapa kesimpulan diatas, maka penulis mengajukan beberapa saran untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan ganguan eliminasi fekal sebagai berikut :
1. Perlunya ditingkatkan dan dipertahankan komunikasi yang efektif antara klien, keluarga dan perawat agar terbina hubungan saling percaya dalam memberikan asuhan keperawatan sehingga perawat dapat mendapatkan data-data yang dibutuhkan.
2. Sistem pendokumentasian asuhan keperawatan dipertahankan dan dilengkapi dengan respon klien agar asuhan keperawatan yang diberikan lebih efektif.


\

DAFTAR PUSTAKA

Potter, P.A., & Perry, A.G. (2005). Fundamental Keperawatan (Edisi 4). Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Marilynn, D.E., dkk (2000). Rencana Asuhan Keperawatan (Edisi 3). Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta



ejaan


Tugas kuliah Bahasa Indonesia
Kelompok 1, ketua andismar,angota
Dosen pengajar : safril .M.Pd
dengan judul




EJAAN
Pengertian
    Ejaan adalah kaidah tulis menulis baku yang di dasarkan pada penggambaran bunyi(kushartanti)dengan mengatur cara menulis huruf dan cara menulis kata dan cara menggunakan tanda baca.
     Dalam penyusunan ejaan ada empat prinsip yang harus di perhatikan yaitu, prinsip kecermatan , prinsip kehematan,prisip keluwesan dan  prisip kepraktisan nya.
Dalam ejaan yang disempurnakan  di bicarakan yaitu masalah,pemakaian huruf,penulisan huruf,penulisan kata,penulisan unsure serapan,dan tanda baca,.

1 Pemakain huruf.
    Abjad yang digunakan adalah ,a/A(a),b/B(be),c/C(ce),d/(de),e/E(e) ….dan begitu seterus nya sampai dengan z/Z(ze).dalam abjad terdapat huruf vocal yaitu a,I,u,e,o dan selebih nya dikatkan huruf konsongan,

2.Pelafalan huruf
    Singkatan kata termasuk(singkatan kata asing)yang di baca huruf demi huruf di lafalkan menurut bahasa Indonesia.contoh nya
SMTP dilafal es-el-te-pe bukan se-em ti-pi
PBB dilafal pe-be-be ,bukan pi-bi-bi

3.Pemenggalan kata
1.      Pemengalan kata di lakukan dengan cara berikut
a.      jika di tengah kata ada vkal berurutan,pemengalan itu di lakukan di antara huruf vocal tersebut,contoh nya:ma-in ,sa-at, bu-ah
b.      jika di tengah kata ada huruf konsonan,maka pemenggalan di lakukan sebelum huruf konsongan,missal:ba-pak,ba-rang,ke-nyang
c.       jika ditengah kata ada huruf konsonan yang berurutan,maka pemengalan kata di lakukan di tengah tengah konsonan tersebut,missal:man-di,som-bong
d.      jika di tengah kata ada tiga konsonan,maka pelefalan di lakukan di antara konsongan yang pertama dan yang ke dua,missal:in-tru-men,bang-krut
2.      imbuhan akhiran dan imbuhan awalan,misalkan:makan-an,me-rasa-kan,
3.      jika satu kata terbentuk lebih dari satu unsure,maka salah satu unsure tersebut dapat bergabung dengan unsure yang lain,contoh:bio-grafi,bi-o-grafi


4. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring.
Pemakaian huruf capital
a.      Pemakaianya pada awal kalimat,contoh
Marilah kita belajar.
       b.   Huruf pertama yang berkenaan dengan keagamaan,contoh Allah-Yang Maha Esa
       c.   Huruf prtama kutipan lansung,misl:Mahasiswa bertanya``Mengapa saya tidak lulus?”
       d.   Huruf pertama pada gelar kehormatan,Teuku Alamsyah
       e.   Pada pangkat/jabatan,missal:Dokter Andismar
       f.    Pada unsur nama orang,missal:Andismar
      g.    huruf pertama yang menyatakan bangsa/nama (hari,bulan,tahun)/nma dalam geo-
             grafi,contoh:bahasa Arab/Hari Sumpah Pemuda/selat malaka.
            Cacatan ,huruf kapital tidak di gunakan pada yang menyatakan nama jenis,contoh:kunci
            Inggris,pisang ambon.
      h.   huruf pertama semua unsure Negara/unsure bentuk ulang sempurna/nama buku/istilah
            kekerabatan/singkatan kata yang menyatakan nama gelar/kata ganti.contoh nya
            Departemen Perwakilan Rakyat/Yayasan Ilmu-Ilmu social/Dari  Ave Maria ke jalan lain ke
           Roma/ibu bertanya pada ayah ``Kapan Bapak akan berangkat”/Drs(doktorandus),Ny/
           Apakah Anda sudah membaca isi surat ini?.
Pemakaian huruf miring
      Huruf miring dalam cetakan di pakai untuk menuliskan nama buku,majalah,surat kabar yang dikutib dalam tulisan/untuk menegaskan mengkhususkan huruf/untuk menuliskan kata ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang sudah di sesuaikan ejaan nya. Contoh:majalah Bahasa dan Kesustraan/huruf pertama pada abad ialah a/Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana

5.Penulisan kata
A. Kata dasar
Kata yang berupa kata dasar di tulis sebagai kesatuan,misalnya
Kantor pos sangat ramai,Buku itu sudah say abacaAdik naik sepeda baru

B.  Kata turunan.
1.      Imbuhan(awalan ,sisipan,akhiran) di tulis dengan kata dasar.misalnya:bergerigi , ketetapan,sentuhan
2.   Jika bentuk dasar berupa gabungan kata,awalan atau akhiran di tulis serangkaian dengan kata yang langsung mengikuti atau mandahului nya,misalkan:diberi tahu,bertanda tangan
3.   Jika awalan dan akhiran secara sekaligus.di tuis serangkaian,contoh:memberitahukan,ditandatangani
4.   Jika unsur gabungan kata tanya di pakai dalam kombinasi.misalnya:adibusana ,antarkota,biokimia,caturtunggal
C.  Bentuk ulang.
      Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan mengunakan tanda hubung,misalnya:anak-anak,buku-buku,lauk-pauk,mondar-mandir

D.  Gabungan kata
      Misalkan :duta besar ,kerja sama yang di sebut kata majemuk.Gabungan kata termasuk istilah khusus yang mungkin menimbulkan salah pengertian ,misalkan :alat pandang dengar(audio visual),anak istri saya(keluarga).gabunagan kata berikut di tulis serangkaian karna hubungan sangat padumisalkan:apabila,bagaimana,barangkali,beasiswa.
E.  Kata ganti ku,kau,mu,dan nya.
      Kata ganti ku dank au sebagai bentuk singkat dari kata aku dan engkau,di tulis serangkaian dengan kata yang mengikutinya.misalnya:
[aku]…aku bawa,[ku]..kubawa,[enkau]engkau bawa.
F.  kata depan di,ke,dan dari.
      Di tulis secara terpisahdari kata yang mengikutnya,kecuali pada kata yang sudah di anggap satu kata.misalnya: tinggallah bersama saya di sini.ibu ku sedang ke kota.
G.  Kata sandang si dan sang.
      Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.misalkan:si kecil,si pemalu,sang kancil.
H.   singkatan dan akronim.
singkatan
-Singakatan nama orang,nama gelar,sapaan ,jabatan,atau pankat di ikuti tanda titik.misalnya:Muh.Hidayat.S.K.M
-nama resmi lembaga pemerintah,huruf awal capital dan tidak di ikuti dengan tanda titik.
Misalnya:DPR Dewan Perwakilan Rakyat
-singkatan umum,di ikuti satu tanda titik,misalnya:dsb.
-lambang kimia ditulis tanpa tanda titik,misalnya[Cu]{kg}
Akronim
Ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal,gabungan suku kata atau gabungan huruf.
-Akronim nama diri,yang berupa gabungan huruf awal yang di singkat dengan huruf kapita.misalnya,KONI(Komite Olah Raga Nasional Indonesial)
-gabungan  dari kata deret kata,misalnya:Bappenas
    Pemakaian Tanda Baca.
       Tanda baca merupakan salah satu unsur  terpenting dalam bahasa tulis,yang dapat membantu pembaca memahami jalan pikiran penulis nya.

Tanda Titik (.)
1.
Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Misalnya:
·         Ayahku tinggal di Solo.
·         Biarlah mereka duduk di sana.
·         Dia menanyakan siapa yang akan datang.
·         Hari ini tanggal 6 April 1973.
·         Marilah kita mengheningkan cipta.
·         Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini.
2.
Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Misalnya:
a.
III.
Departemen Dalam Negri
A.
Direktorat Jendral Pembangunan Masyarakat Desa
B.
Direktorat Jendral Agraria

b.
1.
Patokan Umum

1.1
Isi Karangan

1.2
Ilustrasi


1.2.1
Gambar Tangan


1.2.2
Tabel


1.2.3
Grafik

Catatan:
Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.
3.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

Misalnya:
pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)
4.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

Misalnya:
1.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
0.0.30 jam (30 detik)
5.
Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

Misalnya:
Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestaka.
6a.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Misalnya:
Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.
6b.
Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Misalnya:
Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
Nomor gironya 5645678.
7.
Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

Misalnya:
Acara Kunjungan Adam Malik
Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD'45)
Salah Asuhan




8.
Tanda titik tidak dipakai di belakang
(1) alamat pengirim dan tanggal surat atau
(2) nama dan alamat penerima surat.

Misalnya:
Jalan Diponegoro 82
Jakarta (tanpa titik)
1 April 1985 (tanpa titik)
Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)
Jalan Arif 43 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik)
Atau:
Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik)
Jalan Cikini 71 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)
B. Tanda Koma (,)
1.
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Misalnya:
·         Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
·         Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
·         Satu, dua, ... tiga!
2.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

Misalnya:
·         Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
·         Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim.
3a.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

Misalnya:
·         Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
·         Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
3b.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

Misalnya:
·         Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
·         Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
·         Dia tahu bahwa soal itu penting.
4.
Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.

Misalnya:
·         ... Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
·         ... Jadi, soalnya tidak semudah itu.
5.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

Misalnya:
·         O, begitu?
·         Wah, bukan main!
·         Hati-hati, ya, nanti jatuh.
6.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
(Lihat juga pemakaian tanda petik, Bab V, Pasal L dan M.)

Misalnya:
·         Kata Ibu, "Saya gembira sekali."
·         "Saya gembira sekali," kata Ibu, "karena kamu lulus."
7.
Tanda koma dipakai di antara
(i) nama dan alamat,
(ii) bagian-bagian alamat,
(iii) tempat dan tanggal, dan
(iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:
·         Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta.
·         Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
·         Surabaya, 10 mei 1960
·         Kuala Lumpur, Malaysia
8.
Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

Misalnya:
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949 Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.

9.
Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.

Misalnya:
W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.
10.
Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Misalnya:
B. Ratulangi, S.E.
Ny. Khadijah, M.A.
11.
Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Misalnya:
12,5 m
Rp12,50
12.
Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
(Lihat juga pemakaian tanda pisah, Bab V, Pasal F.)

Misalnya
·         Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
·         Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
·         Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti latihan paduan suara.

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.
13.
Tanda koma dapat dipakai—untuk menghindari salah baca—di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Misalnya:
Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih.

Bandingkan dengan:
Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.
Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus.
14.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

Misalnya:
"Di mana Saudara tinggal?" tanya Karim.
"Berdiri lurus-lurus!" perintahnya.
C. Tanda Titik Koma (;)
1.
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Misalnya:
Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
2.
Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

Misalnya:
Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik menghapal nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran "Pilihan Pendengar".
D. Tanda Titik Dua (:)
1a.
Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.

Misalnya:
·         Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
·         Hanya ada dua pilihan bagi pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati.
1b.
Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan

Misalnya:
·         Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
·         Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan.
2.
Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Misalnya:
a.
Ketua
Sekretaris
Bendahara
 :
 :
 :
Ahmad Wijaya
S. Handayani
B. Hartawan

b.
Tempat Sidang
Pengantar Acara
Hari
Waktu
 :
 :
 :
 :
Ruang 104
Bambang S.
Senin
09.30
3.
Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Misalnya:

Ibu
 :
(meletakkan beberapa kopor) "Bawa kopor ini, Mir!"
Amir
 :
"Baik, Bu." (mengangkat kopor dan masuk)
Ibu
 :
"Jangan lupa. Letakkan baik-baik!" (duduk di kursi besar)
4.
Tanda titik dua dipakai:
(i) di antara jilid atau nomor dan halaman,
(ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci,
(iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta
(iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

Misalnya:
Tempo, I (1971), 34:7
Surah Yasin:9
Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
Tjokronegoro, Sutomo, Tjukupkah Saudara membina Bahasa Persatuan Kita?, Djakarta: Eresco, 1968.



E. Tanda Hubung (–)
1.
Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh penggantian baris.

Misalnya:
Di samping cara-cara lama itu ada ju-
ga cara yang baru.

Suku kata yang berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris.

Misalnya:
Beberapa pendapat mengenai masalah itu
telah disampaikan ....
Walaupun sakit, mereka tetap tidak mau
beranjak ....
atau
Beberapa pendapat mengenai masalah
itu telah disampaikan ....
Walaupun sakit, mereka tetap tidak
mau beranjak ....
bukan
Beberapa pendapat mengenai masalah i-
tu telah disampaikan ....
Walaupun sakit, mereka tetap tidak ma-
u beranjak ....
2.
Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.

Misalnya:
Kini ada cara yang baru untuk meng-
ukur panas.
Kukuran baru ini memudahkan kita me-
ngukur kelapa.
Senjata ini merupakan alat pertahan-
an yang canggih.

Akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
3.
Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.

Misalnya:
anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan.

Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.

4.
Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.

Misalnya:
p-a-n-i-t-i-a
8-4-1973
5.
Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas
(i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata.

Misalnya:
·         ber-evolusi
·         dua puluh lima-ribuan (20 x 5000)
·         tanggung jawab-dan kesetiakawanan-sosial

Bandingkan dengan:
·         be-revolusi
·         dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25000)
·         tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial
6.
Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan
(i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital,
(ii) ke- dengan angka,
(iii) angka dengan -an,
(iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan
(v) nama jabatan rangkap  

Misalnya
se-Indonesia, se-Jawa Barat, hadiah ke-2, tahun 50-an, mem-PHK-kan, hari-H, sinar-X, Menteri-Sekretaris Negara
7.
Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

Misalnya:
di-smash, pen-tackle-an